Assalamu'alaikum wr.wb
Kali ini saya akan berbagi sedikit materi tentang "SISTEM BILANGAN Desimal , Biner, Oktal dan Heksadesimal".
|
SISTEM
BILANGAN
Desimal ,
Biner, Oktal dan Heksadesimal
|
1.1. Sistem Bilangan
1.1.1. Umum
Dalam
kehidupan sehari-hari, bilangan yang kita pergunakan untuk menghitung adalah
bilangan yang berbasis 10 atau disebut Sistem Desimal. Setiap tempat penulisan
dapat terdiri dari simbol-simbol 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Susunan
penulisan bilangan menunjukan harga / nilai tempat dari bilangan tersebut
misalnya, satuan, puluhan, ratusan dst. Tempat penulisan semakin kekiri
menunjukan nilai tempat bilangan yang semakin tinggi. Dalam teknik Digital
maupun teknik mikroprosessor pada umumnya bilangan yang dipakai adalah bilangan
yang berbasis 2 atau Sistem Biner. Dalam sistem biner disetiap tempat penulisan
hanya mungkin menggunakan simbol 0, atau simbol 1, sedangkan nilai tempat
bilangan tersusun seperti pada sistem desimal. Di bawah ini adalah bilangan 1001
dalam beberapa bentuk sistem bilangan. Disamping sistem Desimal dan sistem
Biner dalam gambar terlihat pula bilangan yang berbasis 8 atau sistim Oktal dan
bilangan yang berbasis 16 atau sistem Heksadesimal.
1.1.2. Sistem Desimal ( Dinari )
Pada
sistem desimal ( lat. decum =10 ), seperti telah kita ketahui bersama bahwa
sistem ini berbasis 10 dan mempunyai 10 simbol yaitu dari angka 0 hingga 9.
Setiap tempat mempunyai nilai kelipatan dari 10 0, 10 1, 10 2, dst .
Penulisan bilangan terbagi dalam beberapa tempat dan banyaknya tempat
tergantung dari besarnya bilangan. Setiap tempat mempunyai besaran tertentu
yang harga masing-masing tempat secara urut dimulai dari kanan disebut.
Ribuan ratusan
puluhan satuan
100 101 102
103
1.1.3. Sistem Biner
Sistem Biner ( lat. Dual ) atau
“duo” yang berarti 2, banyak dipakai untuk sinyal elektronik dan pemrosesan
data. Kekhususan sistem biner untuk elektronik yaitu bahwa sistem biner hanya
mempunyai 2 simbol yang berbeda, sehingga pada sistem ini hanya dikenal angka “
0 “ dan angka “1 “.
1.1.4. Sistem Oktal
Aturan pada sistem oktal ( lat.
okto = 8 ) sama dengan aturan yang dipergunakan pada sistem bilangan desimal
atau pada sistem bilangan biner. Pada bilangan oktal hanya menggunakan 8 simbol
yaitu angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 dan setiap nilai tempat mempunyai
kelipatan 8 0,
8 1,
8 2,
8 3,
8 4,
dst.
1.1.5.
Sistem Heksadesimal
Sistem Heksadesimal yang juga
disebut Sedezimalsystem, banyak dipakai pada teknik komputer. Sistem ini
berbasis 16 sehingga mempunyai 16 simbol yang terdiri dari 10 angka yang
dipakai pada sistem desimal yaitu angka 0 … 9 dan 6 huruf A, B, C, D, E dan F.
Keenam huruf tersebut mempunyai harga desimal sbb : A = 10; B = 11; C = 12; D
=13; E = 14 dan F = 15. Dengan demikian untuk sistem heksadesimal penulisanya
dapat menggunakan angka dan huruf
1.1.6.
Konversi Basis Bilangan
1.1.6.1. Konversi Bilangan Desimal Ke
Sistem Bilangan Lain
Sistem bilangan desimal secara
mudah dapat dirubah dalam bentuk sistem bilangan yang lain. Ada banyak cara
untuk melakukan konversi bilangan, proses yang paling mudah dan sering
digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “ Proses Sisa “. Tabel di bawah
memperlihatkan bilangan 0 sampai 22 basis 10 ( desimal ) dalam bentuk bilangan
berbasis 2 ( biner ), berbasis 8 ( Oktal ) dan berbasis 16 ( Heksadesimal ).
Untuk merubah bilangan desimal ke bilangan yang berbasis lain cukup membagi
bilangan desimal dengan basis bilangan yang baru hingga habis.
1.1.6.2. Konversi Basis Bilangan Lain Ke
Bilangan Desimal
Untuk merubah satu sistem
bilangan ke bilangan desimal, cukup dengan mengalikan masing-masing angka
dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil
penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari.
1.1.6.3. Konversi Basis Bilangan Ke Basis
Bilangan Lain
Untuk merubah dari satu sistem
bilangan ke sistem bilangan yang lain memerlukan dua langkah. Pertama kita
rubah sistem bilangan yang lama ke bilangan desimal kemudian dari bilangan
desimal dirubah ke sistem bilangan yang diinginkan.
1.1.7.
Bentuk Bilangan Desimal dan Bilangan Biner antara 0 dan 1
Pada pembahasan sebelumnya kita
telah membicarakan tentang sistem bilangan, dan konversi bilangan dalam bentuk
bilangan bulat positip. Kali ini kita akan membahas tentang bilangan antara 0
dan 1 yang kita kenal dengan sebutan bilangan pecahan positip. Untuk menuliskan
bentuk bilangan pecahan desimal, kita cukup menuliskan koma ( , ) dibelakang
bilangan bulatnya. Setiap tempat dibelakang koma mempunyai kelipatan 1/10.
1.1.8.
Bentuk Bilangan Negatip
Dengan berpatokan pada titik 0 (
nol ), bilangan dapat dibedakan menjadi bilangan positip dan bilangan negatip.
Disebut bilangan positip jika harga bilangan tsb. lebih besar dari nol (
disebelah kanan titik nol ) dan disebut bilangan negatip jika harga bilangan
tsb. lebih kecil dari nol ( disebelah kiri titik nol ).
Bilangan +3 terletak pada 3 skala
sebelah kanan setelah nol, sedangkan bilangan -3 terletak pada 3 skala sebelah
kiri setelah nol. Jadi + dan - adalah suatu tanda dari bilangan. Secara prinsip
tanda positip ( + ) dan tanda negatip ( - ) berlaku juga untuk bilangan biner.
Pada mikroprosessor jumlah bit data sudah tertentu yaitu 8 bit, 16 bit atau 32
bit. Kita ambil contoh mikroprosessor famili intel 8080/8085, famili Zilog Z80
dan famili motorola 6809 mempunyai 8 bit data dan dalam bentuk biner dapat
dituliskan sbb : 00000000(2) = 0(10) sampai 11111111(2) = 255(10), tanpa
menghiraukan tanda positip dan negatip. Jika dalam 8 bit data kita menghiraukan
tanda positip dan tanda negatip, maka daerah bilangan di atas dibagi menjadi
dua bagian sehingga bilangan tersebut menjadi +127 dan -128. Untuk daerah
positip bilangan dimulai dari 00000000(2) dan 00000001(2) sampai bilangan
maksimum positip adalah 01111111(2) sedangkan daerah negatip dimulai dari 11111111(2)
untuk -1(10) sampai 10000000(2) untuk -128(10), tetapi range 8 bit data masih
sama yaitu 25510 ( dari +127 hingga -128 ).
Di bawah ini menunjukan susunan 8
bit data dengan menghiraukan tanda (+) dan (-).
1.1.9. Bentuk
Bilangan Dalam Code Form
Mengkonversi bilangan yang
berharga besar, memerlukan hitungan yang cukup melelahkan. Melalui bilangan
dalam Code Form maka pekerjaan konversi bilangan dapat dipermudah dan
dipercepat. Di bawah ini adalah Code Form dalam bilangan Desimal, Bilangan
Oktal dan bilangan Heksadesimal yang sering dipergunakan.
1.1.9.1. Bentuk
BCD - Biner Code Desimal
Bilangan desimal pada setiap
tempat dapat terdiri dari 10 bilangan yang berbeda-beda. Untuk bilangan biner
bentuk dari 10 elemen yang berbeda beda memerlukan 4 bit. Sebuah BCD mempunyai
4 bit biner untuk setiap tempat bilangan decimal.
1.1.9.2. Bentuk BCO - Biner Code Oktal
Bilangan oktal pada setiap tempat
terdiri dari 8 bilangan yang berbeda-beda. Untuk 8 elemen yang berbeda-beda
diperlukan 3 bit. Sebuah BCO mempunyai 3 bit biner untuk setiap tempat bilangan
oktal.
1.1.9.3. Bentuk
BCH - Biner Code Heksadesimal
Bilangan heksadesimal dalam
setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang berbeda-beda ( angka dan
huruf ). Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit. Sebuah BCH mempunyai 4
bit biner untuk setiap tempat bilangan heksadesimal.
1.1.10. Metoda
Balikan
Metoda yang kita gunakan bisa
dibalik yaitu dimulai dari bilangan Heksadesimal dirubah kedalam bentuk BCH (
group digit biner empat-empat ). Buat group ulang ke bentuk BCO ( group digit
biner tiga-tiga ) dari titik desimal untuk mengkonversikan ke dalam bilangan
Oktal. Akhirnya bilangan Oktal dapat dikonversikan ke dalam bentuk bilangan
desimal dengan metoda biasa dan dengan cara ini konversi basis bilangan dapat
dipermudah.
1.1.11. ASCII
Code -
American Standard Code For Information Interchange
Dalam bidang mikrokomputer
ASCII-Code mempunyai arti yang sangat khusus, yaitu untuk mengkodekan karakter
( Huruf, Angka dan tanda baca yang lainnya ). Code-code ini merupakan code
standard yang dipakai oleh sebagian besar sistem mikrokomputer. Selain huruf,
angka dan tanda baca yang lain ada 32 ( mis ACK, NAK dsb. ) merupakan kontrol
untuk keperluan transportasi data. Di bawah ini adalah tabel 7 bit ASCII Code
beserta beberapa penjelasan yang diperlukan.
Singkatan Arti Ket. dlm. Bhs Inggris
STX Awal dari text
Start of
Text
ETX Akhir dari text End of
text
ACK Laporan balik positip Acknowledge
NAK Laporan balik negatip Negative Acknowledge
CAN Tidak berlaku Cancel
CR Carriage Return Carriage Return
FF Form Feed Form Feed
LF Line Feed Line Feed
SP Jarak Space
DEL Hapus Delete.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar